Selasa, 23 Agustus 2016

Sebuah renungan.

Sebuah tulisan untuk diri sendiri.


Sebuah renungan untuk diri sendiri.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Banyak syukur yang terpanjat padaNya karena sampai detik ini aku masih bisa menikmati semua hal yang mungkin saja belum tentu bisa dirasakan oleh manusia lain seumuran ku.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Dan aku belum dapat mengerti kemana arah tujuan hidupku selama ini.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Bukan umur yang lagi remaja, pun umur yang bisa dibilang dewasa. Masa tanggung, kata orang-orang.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Bulan lusa, umurku sudah masuk fase "kepala dua". Sungguh, aku belum siap masuk dalam fase itu. Fase dimana seseorang disebut dewasa. Sedangkan aku masih merasa sifatku masih seperti remaja tanggung. Labil, mudah menyerah, dan ceroboh.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
2 bulan lagi, jika sampai waktunya, umurku bukan lagi "belasan" tapi "puluhan".
Berat rasanya memikirkan beban yang akan dihadapi dalam umur itu. Payah memang, belum apa-apa sudah kepalang menyerah.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Sungguh, jika aku tak berusaha membuang semua sifat sampah. Maka nantinya juga aku takkan lebih dari sebuah sampah.

Terima kasih telah membuang waktumu untuk membaca tulisan tanpa arti ini.

xoxo Elsa

Senin, 15 Agustus 2016

Have you ever been in love?

Have you ever been in love?

Ya itu adalah sebuah quotes dari film Suicide Squad.
Tapi disini, aku gak bermaksud membahas hal itu.
Yang ingin aku bahas disini adalah tentang dia.

Dia, orang yang ku tahu sejak dulu. Bahkan sejak dia belum mengenal siapa aku.

Semua berawal dari aplikasi pencari jodoh. Hahaha. Konyol memang. Tapi ini nyatanya. Saat aku lagi iseng main aplikasi itu, tiba-tiba muncul profilnya. Spontan langsung aku swipe right. Dan semua terasa indah sejak itu.

Aku bertemu dengannya secara kebetulan di sebuah aplikasi yang notabene sangat banyak penggunanya. Entah ini kebetulan atau tidak.

Karna pertemuan kebetulan itu, aku dan dia sering ngobrol di sosial media. Aku jadi tau bagaimana kesehariannya. Hahaha kamu tau apa kesan pertamaku saat lihat akun instagramnya? Tukang modus.

Ketemu di aplikasi cari jodoh bulan April, dan sekarang bulan Agustus!
Bulan April masih jadi stranger, dan bulan Agustus sudah jadi pacar! Like wtf i didn't believe he's my boyfriend now!

Masih ga percaya aja. Orang yang dari dulu aku taksir sekarang jadi pacarku. Karna dulu-dulu kalo naksir orang selalu bertepuk sebelah tangan. Hahaha.
Masih ga percaya aja cowok kayak dia mau sama aku yang kaya upik abu gini. Masih ga percaya juga cowok jomblo 3 tahun yang ditungguin banyak cewek malah milihnya aku.
Lucky me to have you!

Baru 7 hari jadi pacar.
Baru 5 hari ga ketemu.
Tapi kangennya kayak gak ketemu 2 tahun. Berlebihan rasanya, tapi ini yang dirasa.

Have you ever been in the same situation?

Yang bikin aku kangen adalah, dia selalu bisa bikin senyum saat aku marah.
Dia selalu bisa nenangin kalo aku bilang "aku kangen".
Dia terlalu polos buat ngadepin cewek kayak aku.
Dia selalu maksain kalo becanda. Tapi emang itu khas nya dia.
Dia selalu petakilan kalo cerita.
Dia setiap malem selalu bilang "mimpiin aku, jangan mimpi indah. Kasian si Indah."

Hahahaha rasanya aku benar-benar jatuh cinta dengannya. Bahkan setiap hari.
Tidak ada yang aku khawatirkan tentang perasaan ini. Entah. Aku masih terlalu bahagia ada di pelukannya, pikirku.


Dan dia yang kusebut dalam cerita ini adalah Marwan.

Kamu tau? Aku rindu. Sungguh.
Semoga kita lekas bertemu.

Xoxo