Senin, 10 Oktober 2016

Secarik kisah di pertengahan semester lima

Sepenggal cerita di pertengahan semester lima.


Ya, gue udah sekitar 5 minggu merasakan gimana suka duka jadi anak semester lima!
Baru 5 minggu, tapi beratnya ya Tuhan....

Jadi, di semester ini ga jauh beda sama semester kemarin. Masuk pagi tiap hari, ada banyak matkul hitungan, dan banyak juga tugas kelompok. Hmm.. Kayaknya semua matkul itu ada tugas kelompoknya. Ditambah lagi, kelompok di 1 matkul itu orang-orangnya beda sama kelompok di matkul lain. Makin lah pusing kalo dalam satu hari ada kerja kelompok yang bebarengan, itu rasanya pengen jadi amoeba aja. Membelah diri. 

Tapi, gara-gara beda orang tiap kelompok gitu, gue ngerasa jadi lebih kenal sama temen kelas yang biasanya cuma say hi aja gitu tanpa tau gimana kehidupannya.

Jadi, tadi siang gue hanya berniat anter temen ke kosannya buat ambil buku lalu kita balik lagi ke kampus, dan temen gue yang satu lagi gue suruh stay di kampus. And then, saat udah rapi dan siap buat balik ke kampus, tiba-tiba, hujan turun dengan derasnya. Byuuuur. Jadi lah, kejebak hujan di kosan temen gue itu. Karena hujannya betah berlama-lama mampir ke bumi, jadi gue dan temen gue itu memutuskan buat nugas di kamar kos nya.

Kosan temen gue untungnya cozy banget, bikin betah, serasa dirumah. Tetep nyaman lah walaupun ga disediain air minum. Hahaha iya. Galon isi ulang di kamarnya kosong. Nyebelin kan!
Skip.
Di kamar kos temen gue ini, dia banyak cerita semua pengalamannya. And ya, i'd love to hear her story! Menarik banget ceritanya dia. Jadi gue emang udah 2 tahun satu kelas sama dia ini, cuma ya gapernah sedeket ini kalo ngobrol. Nah dia juga beda latar belakang keluarga, lingkungan, bahkan agama sama gue. Jadi, lewat semua yang dia ceritain ini, gue mendapat banyak saran gitu buat hidup gue kedepannya. Gak tau, padahal ceritanya dia biasa aja menurut kalian. Tapi, setelah saling cerita apapun sama dia itu kayak ada pelajaran yang bisa diambil, gitu.

Dan inti dalam kisah gue hari ini yaitu......
.
.
.
Gimana ya bingung ngomongnya, eh, nulisnya..

Jadi intinya, dimanapun lo kamu kalian berada, perbanyaklah temen. Jangan pilih-pilih. Even mereka beda latar belakang budaya, keluarga, lingkungan, ras, agama, pokoknya jangan pilih-pilih! Karena buat gue justru perbedaan itu yang bikin lo ngerti suatu hal, gitu.

Panjang banget yha.


Anyway, thank you for reading. Ehe.

Semoga lo bisa nangkep apa yang gue maksud dalam kisah gue hari ini.


Xoxo, Elsa.



Selasa, 23 Agustus 2016

Sebuah renungan.

Sebuah tulisan untuk diri sendiri.


Sebuah renungan untuk diri sendiri.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Banyak syukur yang terpanjat padaNya karena sampai detik ini aku masih bisa menikmati semua hal yang mungkin saja belum tentu bisa dirasakan oleh manusia lain seumuran ku.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Dan aku belum dapat mengerti kemana arah tujuan hidupku selama ini.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Bukan umur yang lagi remaja, pun umur yang bisa dibilang dewasa. Masa tanggung, kata orang-orang.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Bulan lusa, umurku sudah masuk fase "kepala dua". Sungguh, aku belum siap masuk dalam fase itu. Fase dimana seseorang disebut dewasa. Sedangkan aku masih merasa sifatku masih seperti remaja tanggung. Labil, mudah menyerah, dan ceroboh.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
2 bulan lagi, jika sampai waktunya, umurku bukan lagi "belasan" tapi "puluhan".
Berat rasanya memikirkan beban yang akan dihadapi dalam umur itu. Payah memang, belum apa-apa sudah kepalang menyerah.

Umurku 19 tahun saat mengetik tulisan ini.
Sungguh, jika aku tak berusaha membuang semua sifat sampah. Maka nantinya juga aku takkan lebih dari sebuah sampah.

Terima kasih telah membuang waktumu untuk membaca tulisan tanpa arti ini.

xoxo Elsa

Senin, 15 Agustus 2016

Have you ever been in love?

Have you ever been in love?

Ya itu adalah sebuah quotes dari film Suicide Squad.
Tapi disini, aku gak bermaksud membahas hal itu.
Yang ingin aku bahas disini adalah tentang dia.

Dia, orang yang ku tahu sejak dulu. Bahkan sejak dia belum mengenal siapa aku.

Semua berawal dari aplikasi pencari jodoh. Hahaha. Konyol memang. Tapi ini nyatanya. Saat aku lagi iseng main aplikasi itu, tiba-tiba muncul profilnya. Spontan langsung aku swipe right. Dan semua terasa indah sejak itu.

Aku bertemu dengannya secara kebetulan di sebuah aplikasi yang notabene sangat banyak penggunanya. Entah ini kebetulan atau tidak.

Karna pertemuan kebetulan itu, aku dan dia sering ngobrol di sosial media. Aku jadi tau bagaimana kesehariannya. Hahaha kamu tau apa kesan pertamaku saat lihat akun instagramnya? Tukang modus.

Ketemu di aplikasi cari jodoh bulan April, dan sekarang bulan Agustus!
Bulan April masih jadi stranger, dan bulan Agustus sudah jadi pacar! Like wtf i didn't believe he's my boyfriend now!

Masih ga percaya aja. Orang yang dari dulu aku taksir sekarang jadi pacarku. Karna dulu-dulu kalo naksir orang selalu bertepuk sebelah tangan. Hahaha.
Masih ga percaya aja cowok kayak dia mau sama aku yang kaya upik abu gini. Masih ga percaya juga cowok jomblo 3 tahun yang ditungguin banyak cewek malah milihnya aku.
Lucky me to have you!

Baru 7 hari jadi pacar.
Baru 5 hari ga ketemu.
Tapi kangennya kayak gak ketemu 2 tahun. Berlebihan rasanya, tapi ini yang dirasa.

Have you ever been in the same situation?

Yang bikin aku kangen adalah, dia selalu bisa bikin senyum saat aku marah.
Dia selalu bisa nenangin kalo aku bilang "aku kangen".
Dia terlalu polos buat ngadepin cewek kayak aku.
Dia selalu maksain kalo becanda. Tapi emang itu khas nya dia.
Dia selalu petakilan kalo cerita.
Dia setiap malem selalu bilang "mimpiin aku, jangan mimpi indah. Kasian si Indah."

Hahahaha rasanya aku benar-benar jatuh cinta dengannya. Bahkan setiap hari.
Tidak ada yang aku khawatirkan tentang perasaan ini. Entah. Aku masih terlalu bahagia ada di pelukannya, pikirku.


Dan dia yang kusebut dalam cerita ini adalah Marwan.

Kamu tau? Aku rindu. Sungguh.
Semoga kita lekas bertemu.

Xoxo

Selasa, 08 Maret 2016

Histori hari ini

Selasa, 8 Maret 2016

Selasa yang sangat indah buatku. Karena pagi tadi aku bisa bangun 15 menit lebih siang dari biasanya. 15 menit berharga? Ya! Sangat berharga buatku yang setiap harinya harus berangkat kuliah jam 6.40 dari rumah! (Kecuali Sabtu, Minggu & hari libur, ya) Apalagi, besoknya tanggal merah! Yuhuuuu.

Pagi tadi aku sengaja berangkat jam 7.15 karena di mata kuliah jam pertama gak ada dosen. Walaupun seharusnya matkul kedua dimulai jam 9, tapi aku malas kalau harus berangkat siang dari rumah. Seperti biasanya, aku berangkat naik kereta. Tidak ada hal yang aneh.

Sesampainya di kampus, aku mulai melanjutkan tugasku yang belum selesai. He he. Tidak ada yang aneh juga.

Jam 9.15 dosenku masuk kelas. Dia adalah dosen matkul Manajemen keuangan. Namanya Pak Bari. Menurutku, dia adalah dosen termuda + terganteng diantara dosenku yang lain, karena itu aku suka matkulnya. Ha ha ha. Gak cuma itu sih. Dia selalu sabar jelasin materi matkulnya yang ribet itu sampe mahasiswanya ngerti. Pokoknya beda lah sama yang lain. Ha ha ha.

Dah.

Seharusnya setelah matkul Pak Bari, masih ada matkulnya Bu Widi. Tapi ternyata dia juga absen. Jadi kesimpulannya, ke kampus cuma buat matkul Pak Bari. Amazing kawan.

Lalu aku selesai matkul kira-kira jam 11. Karena bawa bekel & laper. Akhirnya aku menyempatkan diri buat makan siang dulu bareng temenku juga. Setelah makan siang, aku berencana untuk ke Bank, buat benerin kartu atm yang udah gak aktif karena gak pernah nabung. Hehe. Ketauan boros deh. Tapi, karena masih jam-jam istirahat, aku, Ayu, dan Dian berencana buat nonton OP (Olimpiade Politeknik) tapi pas kita jalan ke TKP gataunya udah selesai. Huf. Anda kurang beruntung. Karena kita gabut sambil nunggu mbak mas Bank-nya selesai istirahat, akhirnya kita nunggu bikun. Pas udah sampe bank yaudah seperlunya deh ngapain tuh. 

Skip.

Pulang dari bank, makin gabut lagi karena males pulang siang-siang. Akhirnya kita memutuskan buat nyari Wi-Fi dan colokan di..........Mcd! Sesampainya di mcd, Anda kurang beruntung lagi. Disana rame, colokan gak dapet, WiFi gak bisa kesambung. Ya sudahlah untung ada es krim cone favorit yang selalu ada. :')

Dah. Setelah sekitar 1,5 jam makan es krim doang dan kelamaan ngobrolnya, kita pulang kerumah masing-masing. 


Itu dia ceritaku hari ini. Tak ada yang berkesan memang. Hanya senang rasanya untuk membagi kisahku dengan kalian. 


See you on my next post, buddy!
Elsa.

Senin, 07 Maret 2016

Filosofi blog ini

07/06/2016.

Yeay! Ini adalah blog ke-2 gue! Blog pertama ada sih, tapi postnya terlalu viral buat diumbar. Ha ha ha.

Jadi kenapa gue namain blog ini 'let it go'? Kehabisan ide! Benar sekali, bung! Dan karna 1 hal lagi, yaitu......nama gue yang mirip karakter film disney "Frozen" he he. 
Sebenernya sih 'let it go' itu ada maknanya buat hidup gue sendiri. Makanya gue pake nama itu.
Oh, ya. Di blog ini gue bakal share keseharian gue, dan apapun yang gue pengen share ke kalian. 


See you on my next post! 
Daaaaah!

Elsa